Laman

daftar isi

Minggu, 30 Januari 2011

Kisah-Kisah Penuh Hikmah

Nabi Isa dan Si Rakus

Dahulu ada seorang lelaki yang datang kepada Nabi Isa.
“Aku ingin sekali bersahabat denganmu kemana saja engkau pergi.” kata lelaki itu.
“Baiklah demikian.” jawab Nabi Isa.
Suatu hari berjalanlah keduanya di tepi sungai, dan mereka memakan tiga potong roti; Nabi Isa satu potong dan satu potong untuk orang itu; masih tersisa satu potong. Ketika Nabi Isa pergi minum ke sungai, roti yang tersisa itu sudah tidak ada. Nabi Isa pun bertanya kepada sahabatnya.
“Siapakah yang telah mengambil sepotong roti?”
“Aku  tidak tahu!” jawab sahabat Nabi Isa.
Maka berjalanlah keduanya, tiba-tiba mereka melihat rusa dengan kedua anaknya. Diambillah salah satu anak rusa itu untuk disembelih dan dimakan oleh keduanya. Ketika mereka makan berdua, Nabi Isa menyuruhanak rusa yang telah dimakan itu hidup kembali. Maka, hiduplah anak rusa itu dengan izin Allah.
Nabi Isa kemudian bertanya pada sahabatnya “Demi Allah yang telah memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?”
Jawab sahabatnya singkat :Aku tidak tahu!”
Kemudian keduanya meneruskan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai. Nabi Isa memegang tangan sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan hingga seberang. Lalu ditanyailah sahabat itu sekali lagi “Demi Allah yang telah memperlihatkan bukti ini kepadamu, siapa yang mengambil sepotong roti itu?”
Sahabatnya itu hanya menjawab “Aku tidak tahu!”
Kemudian berjalanlah keduanya di hutan. Ketika sedang duduk-duduk, Nabi Isa mengambil tanah dan kerikil lalu diperintahkan “ Jdilah emas dengan izin Allah.” Tiba-tiba tanah dan kerikil berubah menjadi emas, dan dibagi tiga.
“Untukku sepertiga, kamu sepertiga dan sepertiganya lagi untuk orang yang mengambil roti itu.” Ujar Nabi Isa.
Serentak sahabatnya menjawab “Akulah yang mengambil roti itu!”
“Maka ambilah semua bagian untukmu” kata Nabi Isa.
Lalu keduanya pun berpisah. Sementara itu, sahabat Nabi Isa didatangi oleh dua orang yang akan merampok harta dan membunuhnya. Sahabat Nabi Isa tidak kehilangan akal. “Lebih baik kita bagi tiga saja.”
Ketiga orang itu setuju dan menyuruh salah seorang dari mereka berbelanja makanan ke pasar. Dalam diri orang yang berbelanja ke pasar timbul perasaan ingin memiliki semua harta itu. “Untuk apa membagi uang? Lebih baik makanan ini saya bubuhi racun saja biar keduanya mati, dan semua harta itu menjadi milikku semuanya.” Lalu diberinya racun ke makanan itu.
Di pihak lain, kedua orang itu berkata “Untuk apa kita membagi harta ini? Lebih baik jika ia datang, kita bunuh saja dan harta kita bagi dua!”
Ketika orang yang berbelanja itu datang, dibunuhnya lalu harta itu mereka bagi dua. Keduanya juga memakan makanan yang telah diberi racun, lalu meninggallah keduanya. Maka, tinggalah harta itu dengan tiga mayat berada di sekitar harta itu.
Beberapa hari kemudian Nabi Isa berjalan melintasi hutan dan menjumpai ketiga mayat itu. Maka ia pun berkata kepada sahabat-sahabatnya “Inilah contoh dunia, maka berhati-hatilah kamu kepadanya.”




Semoga bermanfaat,,..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...