Laman

Jumat, 14 Oktober 2011

tips..cara menguasai emosi anda

Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.
Tetapi, marah pada orang yang tepat,
dengan kadar yang sesuai, pada waktu
yang tepat, demi tujuan yang benar, dan
dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah." 

-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Mampu menguasai emosi, seringkali orang
menganggap remeh pada masalah ini.
Padahal, kecerdasan otak saja tidak
cukup menghantarkan seseorang mencapai
kesuksesan.

Justru, pengendalian emosi yang baik
menjadi faktor penting penentu
kesuksesan hidup seseorang.

Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran
mental dari seseorang yang cerdas dalam
menganalisa, merencanakan dan
menyelesaikan masalah, mulai dari yang
ringan hingga kompleks.

Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa
memahami, mengenal, dan memilih
kualitas mereka sebagai insan manusia.
Orang yang memiliki kecerdasan emosi
bisa memahami orang lain dengan baik
dan membuat keputusan dengan bijak.

Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait
erat dengan bagaimana seseorang dapat
mengaplikasikan apa yang ia pelajari
tentang kebahagiaan, mencintai dan
berinteraksi dengan sesamanya.

Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan
bertanggung jawab dalam segala hal yang
terjadi dalam hidupnya sebagai bukti
tingginya kecerdasan emosi yang
dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada
pencapaian kesuksesan hidup yang 
*tidak tampak*.

Kesuksesan bisa tercapai ketika
seseorang bisa membuat kesepakatan
dengan melibatkan emosi, perasaan dan
interaksi dengan sesamanya. 

Terbukti, pencapaian kesuksesan secara 
materi tidak menjamin kepuasan hati 
seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang
juga dikenal dengan sebutan "EQ"),
dikenalkan melalui pasar dunia.

Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang
untuk mengatasi dan menggunakan emosi
secara tepat dalam setiap bentuk
interaksi lebih dibutuhkan daripada
kecerdasan otak (IQ) seseorang.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana
emosi bisa mengubah segala keterbatasan
menjadi hal yang luar biasa....

Seorang miliuner kaya di Amerika
Serikat, Donald Trump, adalah contoh
apik dalam hal ini. Di tahun 1980
hingga 1990, Trump dikenal sebagai
pengusaha real estate yang cukup
sukses, dengan kekayaan pribadi yang
diperkirakan sebesar satu miliar US
dollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak
karirnya, yaitu "The Art of The Deal
dan Surviving at the Top"
. Namun jalan
yang dilalui Trump tidak selalu
mulus...

Anda ingat depresi yang melanda dunia
di akhir tahun 1990? Pada saat itu
harga saham properti pun ikut anjlok
dengan drastis. Hingga dalam waktu
semalam, kehidupan Trump menjadi sangat
berkebalikan.

Trump yang sangat tergantung pada
bisnis propertinya ini harus menanggung
hutang sebesar 900 juta US Dollar!
Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi
kebangkrutannya.

Beberapa temannya yang mengalami nasib
serupa berpikir bahwa inilah akhir
kehidupan mereka, hingga benar-benar
mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh
diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump
benar-benar diuji. Bagaimana tidak,
ketika ia mengharap simpati dari mantan
istrinya, ia justru diminta memberikan
semua harta yang tersisa sebagai ganti
rugi perceraian mereka.

Orang-orang yang dianggap sebagai teman
dekatnya pun pergi meninggalkannya
begitu saja. Alasan yang sangat
mendukung bagi Trump untuk putus asa
dan menyerah pada hidup. Namun itu
tidak dilakukannya.

Trump justru memandang bahwa ini
kesempatan untuk bekerja dan mengubah
keadaan. Meski secara finansial ia
telah kehilangan segalanya, namun ada
"intangible asset" yang tetap
dimilikinya.

Ya, Trump memiliki pengalaman dan
pemahaman
 bisnis yang kuat, yang jauh
lebih berharga dari semua hartanya yang
pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump
sudah berhasil membuat kesepakatan
terbesar dalam sejarah bisnisnya.

Tiga tahun berikutnya, Trump mampu
mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis
kembali buku terbarunya yang diberi
judul "The Art of The Comeback".

Dalam bukunya ini Trump bercerita
bagaimana kebangkrutan yang menimpanya
justru menjadikannya lebih bijaksana,
kuat dan fokus daripada sebelumnya.

Bahkan ia berpikir, jika saja musibah
itu tidak terjadi, maka ia tidak akan
pernah tahu teman sejatinya dan tidak
akan menjadikannya lebih kaya dari yang
sebelumnya. Luar biasa bukan? :-)

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang
keteguhan untuk bangkit dari kegagalan,
juga mendatangkan kekuatan pada
seseorang untuk berani menghadapi
ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan
otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir
pada setiap org & bisa dikembangkan.

Berikut beberapa tips bagaimana cara
mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.

    Latihan dan berani mencoba hal-hal baru
    akan memberikan beragam pengalaman dan
    membuka pikiran dengan berbagai
    kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam
    segala hal.


    Ini akan menjadi jalan untuk bisa
    mendapatkan kepercayaan orang lain dan
    mengendalikan kita untuk tidak mudah
    menyerah. "being accountable is being
    dependable"


3. Berani keluar dari zona nyaman.

    Mencoba keluar dari zona nyaman akan
    membuat kita bisa mengeksplorasi banyak
    hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba
    untuk menghadapinya.


    Melakukan hal ini akan membangun rasa
    percaya diri dan dapat menjadi jaminan
    bahwa segala sesuatu pasti ada
    solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

    Mau mengakui kesalahan dalam hidup
    justru dapat meningkatkan harga diri
    kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi Anda!

Karena mengendalikan emosi merupakan
salah satu faktor penting yang bisa
mengendalikan Anda menuju sukses dan
juga menikmati warna-warni kehidupan. :-)

Tips...tetapkan tujuan hidup

"Tetapkan Tujuan Hidup"

Ditulis oleh: Anne Ahira



"Without goals, and plans to reach them, you are
like a ship that sail with no destination" -- 
                               (Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya 
tujuan dalam hidupnya. 

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu 
arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup
adalah apa yang kemudian dilakukannya. 

Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih 
nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan 
hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan 
dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu
adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan 
hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah 
tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah 
setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin 
dicapai. 

Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan 
strategi apa yang harus diambil.

4 Cara Yang Bisa Anda Pakai Untuk Menetapkan 
Tujuan Hidup:
1. Apa sebenarnya keinginan Anda?

    Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya 
    keinginan Anda untuk beberapa tahun ke depan? 

    Tidak ada salahnya Anda bermimpi. Anda 
    tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak 
    ada biaya yang harus Anda keluarkan untuk 
    sekedar bermimpi. ;-)
2. Kumpulkan informasi.

    Dengan mengumpulkan informasi, Anda
    bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.

    Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan 
    yang Anda inginkan, belajarlah dari mereka. 
    Lakukan apa yang mereka kerjakan!
3. Jangan diam.

    Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan 
    membawa Anda pada impian hidup yang diinginkan!
4. Tingkatkan kemampuan

    Jika ada cara yang Anda lakukan terbukti efektif 
    dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, 
    maka alangkah baiknya jika Anda berusaha untuk 
    meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan 
    kinerja agar tujuan hidup Anda lebih cepat tercapai.

Jika keempat hal di atas Anda lakukan secara terus 
menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Anda 
akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.

Anda ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas 
gambaran kehidupan Anda sendiri. Dan seorang 
pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning' 
terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang 
terbaik.

Dalam hal ini, Anda pun hanya bisa sebesar dan
sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Anda 
tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Anda
sebaik-baiknya!

Hargai Apa Yang Kita Miliki

Hargai Apa Yang Kita Miliki

Ditulis oleh: Anne Ahira


Pernahkah Anda mendengar kisah Helen Kehler?
 
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
 
dalam kondisi buta dan tuli.
 

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
 
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
 
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti
 itu. Seandainya 
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
 
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.
 

Namun siapa sangka, dengan segala
 
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
 
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
 
memberikan motivasi dan semangat hidup
 
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
 
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
 
diucapkan Helen Kehler:

 
   "It would be a blessing if each person 
     could be blind and deaf for a few days 
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to 
     experience the joy of sound".


Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
 
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
 
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.
 

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
 
menghargai hidupnya, paling tidak saat
 
mendengar suara!

Sekarang, coba Anda bayangkan sejenak....

......Anda menjadi seorang yang buta
 
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup
 mata dan telinga selama rentang waktu 
tersebut. Jangan biarkan diri Anda melihat
 
atau mendengar apapun.
 

Selama beberapa hari itu Anda tidak bisa
 
melihat indahnya dunia, Anda tidak bisa
 
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
 
bahkan Anda tidak bisa menikmati musik/radio
 
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Anda? Apakah beberapa hari cukup berat?
 
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
 
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
 
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
 
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
 
keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
 
menghargai apa yang sudah kita miliki.
 

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
 
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
 
oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Anda renungkan, bagaimana orang yang 
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
 
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
 
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
 
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
 
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
 
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
 
dan menjadi seorang manusia
 yang lebih baik.







sumber

TIPS....Agar Kepribadian anda berkembang

Pikiran ibarat pisau. Dia adalah alat yang mesti diasah secara berkala untuk memaksimalkan potensinya. Pikiran bisa berkembang terus-menerus sepanjang hidup. Pemahaman pun demikian juga, apa yang kita pahami sebagai sesuatu yang benar mungkin suatu saat tidak terlalu benar. Sebab, kita telah menemukan pemahaman yang lebih benar. Misalnya, pemahaman seorang anak tentang segala sesuatu. Ketika dewasa pemahaman tentang segala sesuatu semestinya juga turut berkembang, kian dewasa, makin matang.

Namun, kadang ada beberapa pemahaman kita yang masih ketinggalan. Takut atau jijik terhadap cicak misalnya, boleh jadi itu sejatinya peninggalan pemahaman kanak-kanak yang masih tertanam di alam bawah sadar. Untuk mengatasinya, berikut ini ada 25 tip seadanya deh untuk mengembangkan otak (pemahaman) Anda:






1. Lakukan Apa Yang Paling Anda Takuti
Maksudnya, hal yang akan mengubah pikiran Anda lebih cepat dari apa pun adalah dengan menghadapi ketakutan Anda sendiri. Kalau takut mati bagaimana? Yah, ya jangan lalu bunuh diri. Ini tentang mengatasi rasa takut melakukan sesuatu yang wajar.contoh : agan takut ama kucing, padahal orang lain biasa aja tuh ama kucing




2. Pahami Diri
Banyak orang mengalami kesulitan untuk memahami dirinya sendiri. Berdayakan pikiran untuk menganalisis dan berintrospeksi tentang segala hal yang akan atau sudah Anda lakukan.




3. Berhenti Bicara
Ada kalanya kita mesti diam sejenak, tidak melulu membicarakan orang atau hal lain di luar diri. Dengan begitu pikiran akan mengarah ke dalam dan kita bisa mulai mengenal diri sendiri. Berhenti bicara juga artinya mulai mendengar dan menyimak omongan orang lain. Hal ini bila dilatih dapat mengembangkan pemahanan kita terhadap orang lain. Orang lebih membuka diri bila kita biarkan dia menjelaskan tentang dirinya secara tuntas.




4. Perkuat Kekuatan Yang Sudah Ada
Kadang-kadang kita terlalu fokus untuk berusaha menutupi kelemahan atau kesalahan kita. Padahal lebih penting untuk berkonsentrasi untuk memperkuat kelebihan yang kita punya.




5. Nonton Pameran Seni
Anda mungkin tak terlalu menghargai seni ataupun berpartisipasi di dalamnya. Tapi, sekadar menonton lukisan atau patung dapat membuat Anda lebih memahami orang lain, yang dalam hal ini menuangkan pemikirannya dalam karya seni. Meski cuma sekilas tapi kita bisa mengamati dan mengambil pelajaran dari apa yang terjadi dalam pikiran orang lain.




6. Berikan Sesuatu Tanpa Kepentingan
Menyumbang pembuat perangkat lunak gratisan di internet atau pengemis di jalan lebih besar dari biasanya. Lakukan hal itu tanpa ada kepentingan apa-apa, walau itu berharap pahala sekalipun. Anda akan mengajari pikiran supaya ikhlas, terbebas dari gagasan materialisme atau gagasan bahwa memberi itu harus berharap ada yang kembali.




7. Baca Buku Penulis Yang Dibenci
Membaca buku yang ditulis oleh penulis yang tidak disukai membuka kesempatan untuk menguji pengendalian pikiran kita sendiri. Ini memungkinkan kita melihat sisi lain, pemikiran yang mungkin kontras atau bertolak belakang dengan kita. Tiap orang semestinya punya sisi positif. Cobalah cari dari si penulis.




8. Ada Harapan dan Tujuan
Jika orang bekerja untuk mencapai tujuan tapi tanpa harapan, dia tak akan peduli dengan hasil pekerjaannya. Bila orang sudah tak peduli dengan hasil, maka dia tak bisa diharapkan.




9. Bersyukur
Tak semua hal dari apa yang kita cintai dan miliki adalah lantaran hasil pengharapan atau upaya sendiri. Bahkan, mungkin sebagian datang begitu saja. Maka, luangkan waktu setiap hari untuk bersyukur atas hal-hal baik yang kita punya dalam hidup.




10. Lakukan Hal Yang Baik Diam-diam
Manusia cenderung ingin dipuji dan karenanya kita biasanya memberitahu orang lain tentang perbuatan baik kita, tapi menyembunyikan yang tidak terlalu baik. Cobalah sesekali berbuat atas dasar kepedulian saja, tidak lebih, dan jangan beritahu teman, pacar, maupun keluarga.




11. Berbagi Keterampilan
Kadang orang yang paling terampil atau ahli dalam suatu bidang adalah yang paling pelit berbagi. Padahal, ketika berbagi pengetahuan atau ketrampilan, Anda tak hanya menjadi punya kekuatan untuk membantu orang lain, tapi juga otomatis meningkatkan keterampilan sendiri. Sebab, dari berbagi itu biasanya timbul pertanyan dan mengarah pada munculnya pemahaman yang mungkin belum kita punya sebelumnya.




12. Memaafkan
Kadang perilaku kita tak mencerminkan pemikiran atau bahkan karakter kita sendiri. Istilahnya khilaf atau sedang stres. Cobalah terus mengingatkan diri sendiri bahwa ketika orang lain bertingkah menyebalkan, mungkin dia juga sedang stres. Tapi kalau terus-terusan mungkin orang itu butuh bantuan psikolog atau psikiater.






sumber

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...