Laman

Tampilkan postingan dengan label karya tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya tulis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2011

makalah ppkn

PERAN MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah PPKn



Disusun oleh
Hastia Windri/A24100171
Ryan Alyafie/B04100168
Nurul Qomariyah/G74100041
Oky Dinata Muwardi/H24100036
Septian Eko Haryansyah/H34100098

KELOMPOK: XI

Pebimbing:
Soedadi Mariyono SH



Tingkat Persiapan Bersama
Institut Pertanian Bogor
2011






Bab 1
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Mahasiswa sesungguhnya adalah lapisan elit kaum muda. Ia merupakan lapisan yang memiliki tingkat kesadaran tinggi serta memiliki kemampuan yang baik dalam menggunakan nalar, akal sehat, dan analisis ilmiah dalam membaca realitas masyarakat berikut membayangkan masa depan dengan jelas.
Sebagai bagian penting dari kaum muda, mahasiswa tentu berbeda dengan kalangan para orang tua, terutama dalam cara berpikir, melihat realitas, dan metode bertindak.
Mahasiswa adalah kalangan yang memiliki potensi besar melakukan mobilitas. Bahkan, hal itu sudah dilakukan semenjak mereka resmi memiliki status sebagai mahasiswa, karena status itu termasuk kelas menengah. Ke depan, selepas menyelesaikan proses pembelajaran dan pencarian jati diri mereka di kampus, pintu melakukan mobilitas itu semakin terbuka. Mobilitas secara vertikal maupun horizontal, menuju ke posisi strategis di berbagai sektor yang akan mereka geluti, baik sektor publik atau sektor privat.
Mereka diharapkan oleh masyarakat untuk nantinya kembali dan membangun masyarakat khususnya di daerah dari mana mereka berasal. Mahasiswa yang merantau, seolah-olah menjadi perwakilan daerah untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin kemudian diterapkan dalam pembangunan daerahnya suatu saat nanti. Dan ini memang menjadi salah satu peran yang harapannya bisa dijalankan oleh para mahasiswa, terlepas dari realita mahasiswa zaman sekarang yang tak sedikit menghabiskan masa studinya dengan hura-hura dan bersenang-senang.


2.      Rumusan Masalah
Ë Apa saja tiga ciri utama mahasiswa?
Ë Bagaimana peran mahasiswa terhadap daerahnya?
Ë Upaya-upaya meningkatkan peranan mahasiswa?


3.      Tujuan
      Bisa menjadi mahasiswa yang ideal
      Menjelaskan peranan mahasiswa bagi pembangunan daerah







Bab 2
PEMBAHASAN

A.    Ciri Utama Mahasiswa
Walaupun tiada satu kriteria yang jelas bagi menentukan ciri-ciri seorang mahasiswa, namun secara umumnya mahasiswa mempunyai ciri idealisme, intelektualisme dan aktivisme. (Anonim, 2010)
Definisi dari segi bahasa menunjukkan bahawa idealisme merupakan suatu sifat menghasratkan sesuatu yang ideal. Ideal berarti sempurna atau unggul. Maka, tidak heran jika dikatakan bahwa mahasiswa sering mengkritik kerana world view mereka diselubungi gagasan yang ideal. Oleh itu, ia perlu dipandu dengan kebijaksanaan menganalisis fakta dan data.
Intelekualisme pula menurut Kamus Dewan adalah ‘pengabdian kepada penggunaan intelek atau daya berfikir, manakala seorang intelektual didefinisikan oleh kamus tersebut sebagai golongan terpelajar, cerdik pandai atau cendekiawan. Justru, apabila mahasiswa dikatakan memiliki ciri intelektualisme, syarat pelengkapnya adalah sikap cinta ilmu dan kegairahan berfikir.
Sebagai tambahan, menurut Profesor Edward Said dalam buku ‘Representations of The Intellectuals’, seorang intelektual berperanan menyampaikan pandangan secara bebas tanpa dipengaruhi atau terikat dengan pihak-pihak berkepentingan.
Ciri ketiga seorang mahasiswa adalah aktivisme. Ciri terakhir ini merupakan suatu kuasa atau ‘force’ yang menggerakkan suatu perubahan sama ada sosial, politik, budaya dan sebagainya. Apabila mahasiswa tahu apa yang diperjuangkan dan mau mengaplikasikan pengetahuan yang diyakininya, maka ia mampu menggerakkan perubahan.

B.     Peranan Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah
Sebelum peran mahasiswa dalam pembangunan daerah ini perlu kita ulas lebih jauh. Namun, kita perlu terlebih dahulu melihat seberapa jauh potensi yang dimiiki oleh mahasiswa. Sehingga apa saja peran yang dapat dimainkan nanti, bisa kita lihat dari potensi yang ada dalam diri mereka.
Pertama, kita dapat melihat potensi mahasiswa dari aspek karakternya. Kita pahami bersama, bahwa mahasiswa memiliki karakter idealis. Semua hal dilihat dan ingin dibentuk dalam tataran ideal. Baik dalam kehidupan mahasiswa itu sendiri, keorganisasian, berbagai sistem dan kebijakan dalam masyarakat maupun dalam kehidupan negara. Mahasiswa biasanya menjadi orang yang paling resah dengan ketidakberesan, benci dengan ketidakadilan, menginginkan tegaknya aturan dan norma kebaikan. Dengan begitu tepatlah manakala mahasiswa disebut sebagai social control, mengkritisi setiap ketidakberesan berjalannya sistem di masyarakat maupun Negara.
Pemuda memiliki tipe pemikiran yang kritis dan kreatif. Mahasiswa sebagai bagian dari pemuda tak lepas dari sifat ini. Sejarah mengatakan, bahwa perubahan-perubahan besar berawal dari para pemuda. Kita dapat melihat bagaimana peristiwa kebangkitan nasional, sumpah pemuda, proklamasi kemerdekaan Indonesia serta reformasi berawal. Semua tidak luput dari peran para pemuda. Pun begitu dengan berbagai peristiwa perubahan, revolusi dan pembaruan di beberapa belahan dunia.
Kaum muda memiliki frame berfikir yang khas. Berawal dari idealismenya dia kritis terhadap persoalan-persoalan, dan dengan kreativitasnya memberikan solusi-solusi dari persoalan yang ada. Tak jarang solusi yang mereka hasilkan merupakan hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya oleh generasi yang lebih tua. Banyak terobosan baru yang mereka lahirkan, karena mereka punya paradigma berpikir yang berbeda. Karena berbeda paradigma, maka biasanya antara generasi tua dan generasi muda terjadi konflik pemikiran, antara paradigma lama dan paradigma baru.
Kedua, potensi mereka dilihat dari aspek intelektualitas, kecerdasan dan penguasaan wawasan keilmuan. Ilmu dan wawasan yang dimiliki selain memperluas cakrawala pandangan, juga memberikan bekal teoritis maupun praktis dalam pemecahan masalah. Seorang mahasiswa akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang ada yang pada masa dahulu pernah ditemui manusia dan dirumuskan dalam berbagai teori pemecahannya. Atau, jika hal yang ada belum pernah ditemui sebelumnya, maka mereka sudah memiliki bekal yang metodologis dan sistematis tentang bagaimana cara menemukan pemecahan problem-problem yang ada. Tiada lain dengan riset, baik riset di bidang eksak maupun noneksak.
Potensi dari dua aspek yang ada itulah yang akan membuat mahasiswa dapat melakukan perannya. Syaratnya, kedua potensi itu benar-benar dikembangkan secara optimal oleh mereka baik secara personal maupun komunal sehingga dapat menjadi senjata yang siap digunakan untuk memberikan kemanfaatan terbesar bagi masyarakat. Potensi dari aspek karakter dikembangkan dengan berbagai aktivitas yang mengasah softskill, baik melalui kegiatan organisasi, pelatihan-pelatihan maupun aktivitas keseharian mahasiswa di luar kegiatan akademik. Sedangkan potensi intelektualitas dibangun melalui semua kegiatan yang mengasah hardskill, yakni kegiatan belajar mengajar, pengkajian, penelitian dan juga pelatihan. Dengan begitu mereka memiliki kualifikasi dan kompetensi menuju profil mahasiswa ideal, yakni mahasiswa yang memiliki integritas moral, kredibilitas sosial dan profesionalitas keilmuan.
Peran yang bisa dimainkan mahasiswa di daerah tentu tak terkungkung pada daerahnya masing-masing, namun bisa berperan di daerah lain. Juga tidak melulu yang bersifat konseptual, namun juga yang bersifat praktikal dengan terjun langsung di masyarakat. Yang jelas semuanya didasari oleh kerangka berpikir ilmiah. Mahasiswa dapat memulai aksinya berpijak dari masalah-masalah yang ada pada suatu daerah, maupun potensi besar yang belum terkembangkan atau teroptimalkan yang dapat menjadi senjata bagi daerah tersebut. Baik dalam bidang pangan, pendidikan, kesehatan, iptek, pertanian, sosial, budaya, pemerintahan dan lain sebagainya.
Contoh, manakala pada suatu daerah memiliki permasalahan pada banyaknya sampah padat yang tidak tertangani dan akhirnya menumpuk di beberapa tempat. Selain dari segi estetika tidak sedap bagi pemandangan, menimbulkan bau tidak sedap, dari aspek kesehatan dapat menjadi sumber beberapa penyakit, selain memberikan potensi ancaman banjir apabila menyumbat beberapa saluran air. Mahasiswa atau kelompok mahasiswa dapat memberikan solusi dengan program pemberdayaan masyarakat pengolahan sampah organik. Dampaknya pada pengurangan jumlah sampah yang ada secara signifikan, dihasilkannya produk olahan sampah organik misalnya menjadi pupuk organik yang memiliki kegunaan dan bernilai jual, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sampah.
Mahasiswa tidak harus terjun sendiri ke masyarakat secara swadaya, karena hal itu akan sangat berat. Alangkah sangat baiknya mahasiswa dapat merangkul berbagai pihak yang dapat diajak kerja sama dalam membuat proyek-proyek yang lebih besar untuk memberikan pencerdasan pada masyarakat dan memberdayakan mereka. Pemerintah daerah, pihak kampus (universitas) dan pihak swasta adalah pihak-pihak yang sangat bertanggung jawab dalam kemajuan masyarakat. Pemerintah daerah tentu saja pelaku utama yang bertanggung jawab penuh terhadap kemajuan masyarakat di daerahnya. Universitas memiliki kewajiban dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana tertuang dalam salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sinergitas yang saling melengkapi dari ketiga pihak ini akan memberikan signifikansi sangat tinggi dalam upaya melaksanakan pembangunan daerah. Karena dengan sinerginya beberapa pihak tersebut, masing-masing tidak bekerja sendiri melalui program yang bisa jadi overlap satu sama lain sehingga tidak efektif dan efisien, bahkan kontraproduktif. Ke depan, kesadaran akan pentingnya sinergitas antara beberapa pihak perlu semakin ditingkatkan, dan ini harus dimulai semenjak sekarang.

C.     Upaya Meningkatkan Peran Mahasiswa
Adanya kebebasan belajar (freedom to learn) dan kebebasan berkomunikasi (freedom to communication). Kedua kebebasan ini merupakan sisi dari kebebasan mimbar dan merupakan upaya yang tepat dalam meningkatkan kepekaan mahasiswa.
Oleh karena implikasi Perguruan Tinggi tidak terlepas dari pengabdian masyarakat, maka kebebasan belajar (freedom to learn) harus diartikan secara luas, yaitu tidak hanya terbatas pada dinding-dinding kampus, akan tetapi juga kebebasan untuk mempelajari persoalan-persoalan yang ada di luar dinding-dinding kampus (masalah riil dalam masyarakat). Dan kebebasan untuk mempelajari masalah riil dalam masyarakat ini adalah fokus yang terlebih penting dalam mencetak mahasiswa yang betul-betul berurusan dengan masyarakatnya.
Adanya kebebasan belajar yang berimplikasi sosial (masyarakat), dilihat dari pengembangan intelektual adalah sangat menguntungkan. Hal ini dikarenakan ramuan ilmu yang dikonsumir oleh mahasiswa sebagian dari dunia luar yang kondisinya lain dengan apa yang ada dalam masyarakat Indonesia. Sebagai konsekwensinya apabila konsep-konsep serta teori yang datang dari luar tersebut mau digunakan untuk memecahkan problem-problem kemasyarakatan Indonesia maka memerlukan modifikasi dan penyesuaian seperlunya.
Dengan demikian mahasiswa dalam pengembangan intelektualnya tidak bisa berpaling dari masalah kemasyarakatan. Dan apabila keterlibatan mahasiswa dalam memahami masalah kemasyarakatan tidak dikembangkan maka ilmu-ilmu yang diterima di bangku kuliah akan menjadi pisau analisa yang tumpul.
Setelah adanya kebebasan belajar (freedom to learn) sebagai langkah awal dari cara mempelajari persoalan-persoalan yang ada di lingkungan kampus dan masyarakat, maka untuk lebih meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam memperluas cakrawalan pemikiran dan penalaran, menumbuhkan sikap dinamis, kritis, terbuka dan mempunyai kemampuan untuk memilih alternatif terbaik diperlukan terciptanya kultur kebebasan berkomunikasi (freedom to communication).



Bab 3
KESIMPULAN dan SARAN

Ciri-ciri seorang mahasiswa, secara umumnya idealisme, intelektualisme dan aktivisme. Mahasiswa dapat memulai aksinya berpijak dari masalah-masalah yang ada pada suatu daerah, maupun potensi besar yang belum terkembangkan atau teroptimalkan yang dapat menjadi senjata bagi daerah tersebut. Baik dalam bidang pangan, pendidikan, kesehatan, iptek, pertanian, sosial, budaya, pemerintahan dan lain sebagainya. Adanya kebebasan belajar (freedom to learn) dan kebebasan berkomunikasi (freedom to communication), merupakan sisi dari kebebasan mimbar dan merupakan upaya yang tepat dalam meningkatkan kepekaan mahasiswa.

Dari uraian dipaparkan, jelas sekali bahwa mahasiswa ataupun pemuda berperan sebagai agent of change. Mereka tunas harapan bangsa yang membawa kemajuan bagi bangsanya. Oleh karena itu kita sebagai dari bagian pemuda, sikap kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan harus ditingkatkan. Agar semua tujuan baik dapat dikejar.


Bab 4
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. (terhubung berkala). http://politik.kompasiana.com. (14 Mei 2011)
Anonim. 2010. Peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. (terhubung berkala). http://wartawarga.gunadarma.ac.id. (14 Mei 2011)
Anonim. 2010. Peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. (terhubung berkala). http://joeyusuf.wordpress.com. (14 Mei 2011)
Anonim. 2010. Peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. (terhubung berkala). http://uniprof.wordpress.com. (14 Mei 2011)
Anonim. 2011. Peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. (terhubung berkala). http://seputarkampus.totalh.com. (14 Mei 2011)

Minggu, 17 April 2011

Cerpen-Chapter 2

Bunga Layu
Oleh : ie-ants A


Pagi itu aku bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Pergi bersama teman-teman seperjuangan yang menurutku hari ini amat menyiksa kesabaran kita. Banyak teman-temanku yang mengeluh tentang sistem seperti ini. Mereka banyak yang ingin langsung masuk ke penjurusan, sesuai yang dipilih pada waktu tes tersebut. Aku termasuk salah satu diantara mereka, kadang-kadang aku merasa jenuh, capek dan pusing dengan mata kuliah yang diberikan. Tapi saya akan berusaha semampunya dan akan menerima konsekuensinya. “Enjoy it, kita kan sudah tahu kalau ada sistem seperti ini waktu daftar. Ya sudah jalani aja dulu dan ikuti sistem mereka.” itu kata-kata yang selalu saya keluarkan kalau ada teman saya yang mengeluh. Bukan berarti saya sok bijak atau apa, tapi apa gunanya kalau kita ngeluh mulu sepanjang waktu.

Saat ini masa-masa yang sangat sulit bagi mahasiswa, yaitu UTS (Ujuan Tengah Semester). Tak sedikit teman-temanku yang bergadang demi ujian besok. Mereka rela tidur jam 1 pagi hanya untuk mengulang pelajaran mata kuliah mereka. Belum lagi yang ikut bimbel sana-sini, yang menyediakan berbagai fasilitas-fasilitas pembelajaran demi mencapai IP (Indeks Prestasi) yang memuaskan. Kalau aku sih mendingan ikut tutor (belajar bareng) yang di asrama sama teman. Lumayan enak, ilmu masuk duit gak keluar(hehehe).

Akhirnya aku sampai di ruangan ujian. Ruangannya cukup besar, kira-kira bisa menampung 60-70 orang. Aku biasanya memilih bangku yang paling depan (tempat favorit, soalnya lebih konsentrasi untuk mengerjakan ujian). Hmm ternyata belum banyak yang datang, tapi dia kok tidak terlihat dimana ya? Paling dia telat lagi atau sesaat sebelum ujian dimulai dia pasti muncul. Semenjak kejadian itu aku agak menjauhinya. Aku masih mengingat kata-kata yang diucapkannya waktu itu dan berbuat demikian. Bukan kesal atau marah tapi aku tak ingin dia bosan melihatku.

Teman-temanku datang satu persatu. Sesaat ujian mau dimulai dia datang. Aku sudah menebaknya pasti dia datang sesaat ujian mau dimulai. Dia duduk di bangku sebelah belakangku dua bangku dari kanan.

Aku menoleh untuk melihat wajahnya, ada yang aneh. Matanya layu, tak seperti matanya yang dulu tajam dan menawan  yang membuatku terpikat dengannya. Garis di bawah matanya kelihatan seperti habis begadang. Ya aku pikir dia mungkin begadang semalaman, seperti teman-temanku yang lain. Sehabis ujian aku menunggu temanku di luar. Dia keluar lalu menoleh ke arahku sebentar lalu pergi lagi.

Sesampai di asrama aku makan di kantin di bawah (asrama ada tiga lantai, kantin ada di bawah di samping bekas kamar mandi). Kami bercerita banyak hal, mulai dari suasana kampus, soal-soal ujian yang tadi, sampai membahas cewek. Sehabis makan aku menunaikan shalat zhuhur berjama’ah di mushalla asrama yang terletak di lantai dua. Lalu ke kamar mau tidur siang. Tapi waktu ku lihat ada laptop nganggur, sepertinya main game aja pikirku.

Sementara empunya lagi tidur, ya udah langsung aku hidupkan laptopnya tanpa kupinjam terlebih dahulu (sudah biasa kok). Oh ya aku teringat satu hal, di dalam laptop kan ada foto dia. Aku Iseng-iseng aku cari file fotonya dan untungnya tak sulit untuk menemukannya.

Subbhanallah, gumanku di hati. Dia terlihat cantik, apalagi pas senyum. Aku tertawa ketika melihat foto-fotonya yang lucu (narsis). Beda dengan yang tadi pagi, wajahnya terlihat murung, tidak ada senyuman di wajahnya. Kepala ku masih berpikir apa yang sedang terjadi dengannya. Lihat saja esok hari, mudah-mudahan dia tersenyum kembali.

Hari kedua ujian, aku duduk dan menunggu -nunggu kedatangannya. Menantikan senyumannya yang menentramkan hati siapapun. Lamunanku buyar karena seseorang lewat di sampingku, oh ternyata dia. Waktu dia berbalik arah, tak sedikitpun tanda dia akan tersenyum. Masih sama seperti kemarin. Terlihat murung dan tak akan muncul sinar tawa darinya.

Begitu hari-hari selanjutnya, dia tetap terlihat murung.

Wahai bidadari ku, mengapa kau terlihat murung. Mengapa matamu terlihat sedih. Mengapa bibirmu kaku membisu. Apakah yang telah terjadi padamu?. Kemana aura ceria mu yang ingin aku lihat. Kemana tatapan matamu yang selalu menawan. Kemana senyum mu yang membuat rasa letihku hilang. Kemana..kemana semua itu!

Selasa, 08 Februari 2011

Cerpen-Chapter 1

SORE ITU
Oleh : ie-ants A




Sore itu, hujan turun dengan lembut. Setitik demi titik air terkumpul di genangan jalan. Aku melangkah menelusuri jalan ke asrama ku, Tak terasa waktu begitu sangat cepat. Pagi-pagi ku bangun untuk berangkat kuliah sekarang sudah sore. Rasa letih dan lelah sehabis kuliah menumpuk di bahu. Tapi semua terasa hilang karna kembali teringat senyuman wajahnya di angan. Oh sungguh sangat indah ciptaan tuhan ini.

Setelah sampai, segera ku tunaikan shalat ashar. Astagfirullah susah sekali ku berkonsentrasi, hanya dia yang ada di kepalaku. Kucoba beberapa kali tarik nafas yang dalam untuk menenangkan diri. Setelah tenang ku mulai untuk shalat.

Kurebahkan diriku di kasur sambil mengingat kembali kejadian itu. Waktu itu, aku sekelompok dengan dia untuk membuat makalah. Jumlah kami tiga orang, dua orang perempuan dan aku sendiri yang laki-laki. Jujur aku tak bisa berkonsentrasi saat itu. Seringkali dia melemparkan senyum kepadaku, aku balas dia dengan senyum pula. Aku tak tahu apa arti senyumanya itu. Apakah dia suka padaku atau dia hanya senyum saja. Ah yang penting senyumnya itu indah.

Keesokan harinya, tepat jam 10 pagi aku tiba di tempat yang dijanjikan untuk menyelesaikan makalah itu. Hanya temanku yang datang, si dia belum datang juga datang. Aku bertanya kemana dia, temanku hanya menggeleng tidak tahu. “Aku sudah coba sms dia tapi enggak ada jawaban. Coba deh kamu yang sms !” katanya. Aku mencoba sms dia, tak berapa lama dia jawab bentar lagi. Tak sampai lima menit dia datang.

“Kan kebiasaan telat mulu !” kataku.
“iya deh, maaf!” pintanya sambil senyum.
Ah, aku jadi tak tega memarahinya.
“Gimana udah kelar?”
“Udah, nih tinggal di ketik aja !”

Aku mengetik makalah itu dengan menggunakan laptop temanku yang satu lagi. Tak sadar teman-temanku yang lain berdatangan ke tempat kami untuk mengerjakan hal yang sama.

“Eh yat, kamu disini juga?” kata Rahmat.
“Eh iya, kamu disini juga ya kalau gitu kenapa enggak bareng aja tadi?” balasku.
“Yee, kamu enggak lapor”.
“Ayo, silahkan dimakan!” kata Elli.
“Kapan kesininya?” tanyaku.
“Kemaren, Yat ambil aja tuh ada kerupuk tahu”.
“Ok, makasih”.
“Indah kamu juga ambil”.
“Ya, makasih”.

Aku melihatnya sambil makan kerupuk itu, dia menatapku sambil tersenyum dan tertawa. Aku juga ikut-iktu tertawa.

“Kenapa sih?” tanyaku.
Enggak” balasnya.

Kemudian aku melanjutkan mengetik untuk menyelesaikan makalah. Dia mendekatiku untuk melihat hasil ketikan ku di layar laptop. Ketika dia berpaling ke arah lain, ku geser duduk ku agak mendekat ke arah dia. Lalu dia balik arah lagi dan aku pura-pura mengetik (hehehehe).

Cie-cie, indah sama hidayat mesra sekali” celetuk Nisa.
Teman-teman yang lain pun ikut-ikutan. Aku menoleh ke arah Nisa sambil senyum-senyum manggut. Indah juga senyum. Lalu Indah mengatakan kata-kata yang membuatku agak sakit hati. Dia mengatakannya dengan pelan tapi terdengar jelas ditelingaku.

“Kita kan saling ketemu di fakultas, paling juga bosan” katanya.

Aku pun diam seribu bahasa, suasana yang hiruk pikuk jadi hening.

“Eh Yat udah kelar belum?” kata Rahmat mengalihkan pembicaraan.
“Eh ya bentar lagi” kataku lalu melanjutkan tugasku.

Setelah selesai aku pamit untuk pulang. Dan ini yang terakhir kali aku melihat senyumannya itu. Sambil melangkah pulang aku memahami kata-katanya itu. Apakah dia bercanda atau serius, ku harap dia hanya bercanda.

Adzan ashar pun berkumandang aku pergi ke mesjid untuk menunaikan shalat ashar. Setelah selesai aku berdo’a.

Ya Allah hamba hanya seorang manusia yang lemah, aku terlalu terpedaya dengan ciptaan-Mu. Sampai-sampai aku lupa dengan sunnah Rasulullah “Sayangilah seseorang karna Allah, mana tahu orang yang kita sayangi menjadi orang yang kita benci. Bencilah seseorang karna Allah, mana tahu orang yang kita benci menjadi orang yang kita sayangi”. Ya Allah bantulah hambamu ini untuk menjadi manusia yang betaqwa dan selalu berada di jalan-Mu. Amin tutupku dengan lirih.

Hatiku tak ada perasaan sakit hati lagi. Karna aku telah ikhlas mengasihimu, semata-mata karena Allah.
Sore itu, hujan turun dengan lembut. Setitik demi titik air berkumpul di genangan jalan. Aku melangkah pulang ke tempat tujuan.

Minggu, 30 Januari 2011

Kisah-Kisah Penuh Hikmah

Nabi Isa dan Si Rakus

Dahulu ada seorang lelaki yang datang kepada Nabi Isa.
“Aku ingin sekali bersahabat denganmu kemana saja engkau pergi.” kata lelaki itu.
“Baiklah demikian.” jawab Nabi Isa.
Suatu hari berjalanlah keduanya di tepi sungai, dan mereka memakan tiga potong roti; Nabi Isa satu potong dan satu potong untuk orang itu; masih tersisa satu potong. Ketika Nabi Isa pergi minum ke sungai, roti yang tersisa itu sudah tidak ada. Nabi Isa pun bertanya kepada sahabatnya.
“Siapakah yang telah mengambil sepotong roti?”
“Aku  tidak tahu!” jawab sahabat Nabi Isa.
Maka berjalanlah keduanya, tiba-tiba mereka melihat rusa dengan kedua anaknya. Diambillah salah satu anak rusa itu untuk disembelih dan dimakan oleh keduanya. Ketika mereka makan berdua, Nabi Isa menyuruhanak rusa yang telah dimakan itu hidup kembali. Maka, hiduplah anak rusa itu dengan izin Allah.
Nabi Isa kemudian bertanya pada sahabatnya “Demi Allah yang telah memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?”
Jawab sahabatnya singkat :Aku tidak tahu!”
Kemudian keduanya meneruskan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai. Nabi Isa memegang tangan sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan hingga seberang. Lalu ditanyailah sahabat itu sekali lagi “Demi Allah yang telah memperlihatkan bukti ini kepadamu, siapa yang mengambil sepotong roti itu?”
Sahabatnya itu hanya menjawab “Aku tidak tahu!”
Kemudian berjalanlah keduanya di hutan. Ketika sedang duduk-duduk, Nabi Isa mengambil tanah dan kerikil lalu diperintahkan “ Jdilah emas dengan izin Allah.” Tiba-tiba tanah dan kerikil berubah menjadi emas, dan dibagi tiga.
“Untukku sepertiga, kamu sepertiga dan sepertiganya lagi untuk orang yang mengambil roti itu.” Ujar Nabi Isa.
Serentak sahabatnya menjawab “Akulah yang mengambil roti itu!”
“Maka ambilah semua bagian untukmu” kata Nabi Isa.
Lalu keduanya pun berpisah. Sementara itu, sahabat Nabi Isa didatangi oleh dua orang yang akan merampok harta dan membunuhnya. Sahabat Nabi Isa tidak kehilangan akal. “Lebih baik kita bagi tiga saja.”
Ketiga orang itu setuju dan menyuruh salah seorang dari mereka berbelanja makanan ke pasar. Dalam diri orang yang berbelanja ke pasar timbul perasaan ingin memiliki semua harta itu. “Untuk apa membagi uang? Lebih baik makanan ini saya bubuhi racun saja biar keduanya mati, dan semua harta itu menjadi milikku semuanya.” Lalu diberinya racun ke makanan itu.
Di pihak lain, kedua orang itu berkata “Untuk apa kita membagi harta ini? Lebih baik jika ia datang, kita bunuh saja dan harta kita bagi dua!”
Ketika orang yang berbelanja itu datang, dibunuhnya lalu harta itu mereka bagi dua. Keduanya juga memakan makanan yang telah diberi racun, lalu meninggallah keduanya. Maka, tinggalah harta itu dengan tiga mayat berada di sekitar harta itu.
Beberapa hari kemudian Nabi Isa berjalan melintasi hutan dan menjumpai ketiga mayat itu. Maka ia pun berkata kepada sahabat-sahabatnya “Inilah contoh dunia, maka berhati-hatilah kamu kepadanya.”




Semoga bermanfaat,,..

Rabu, 19 Januari 2011

[ebook] Kisah-Kisah Penuh Hikmah

Semoga ada manfaatnya,,,







bagi yang mau ebooknya klik gambarnya


sumber : www.duniadownload.com


Kisah Inspiratif dalam Berusaha

Sekilas memang seperti cerita anak-anak, tapi setelah membacanya mungkin kita akan melakukan seperti tokoh utamanya,,,semoga dapat hikmahnya,,



download ebooknya klik gambarnya


sumber : www.duniadownload.com

Kamis, 06 Januari 2011

Contoh Makalah Bahasa Indonesia


PENGARUH PENYAKIT ANTHRAX TERHADAP TERNAK SAPI
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia




Disusun oleh
Rizka Septarina
B04100110
Ryan Alyafie
B04100168
Yasinta Kartono
B04100207
Yan Wai Mun
B04108007





Fakultas Kedokteran Hewan
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
 Pangan nabati dan hewani diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Pangan yang bersumber dari hewani sangat diperlukan karena mangandung protein hewani bagi manusia. Sumber protein hewani harus dibudidayakan dengan baik agar berproduksi optimal dan bisa meningkatkan baik jumlah, mutu, mampu keamanan momunitas tersebut.
          Komoditas pangan hewani mudah terpengaruh oleh berbagai faktor seperti lingkungan (environment), perlakuan (treatment) dan pengolahan (processing), derajat kesehatan ternak, keamanan dan mutu, pengemasan, pengangkutan serta pemasaran, bahkan sampai siap disajikan harus terjaga dari infleksi/kontaminasi bibit penyakit dan bahan berbahaya lainnya.
          Perlu tindakan-tindakan baik dari pemerintahan atau dari peternak sendiri agar permintaan masyarakat Indonesia akan pangan hewani terpenuhi.
B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengaruh penyakit anthraks dalam produksi daging sapi.
2.      Bagaimana permintaan daging oleh masyarakat setelah terjadi kasus anthraks.
3.      Apa peran pemerintah dalam penanggulangan pengyakit anthraks.
C. Tujuan
v  Mengetahui penyebab penyakit anthrax pada ternak sapi.
v  Mengetahui cara pencegahan dan penanggulan penyakit anthrax.
v  Agar peternak mewaspadi datangnya penyakit anthraks.

        


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Asal Muasal
Penyakit anthrax di Indonesia disebut juga dengan istilah “Radang Limpa” merupakan penyakit hewan yang menular yang disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Bacillus anthracis. Bakteri berbentuk batang, berukuran 1-1,5 mikron kali 3-8 mikron, bersifat aerobik, nonmotil dan merupakan bakteri gram positif. Apabila spesimen diambil dari hewan sakit, bakteri ini mempunyai penataan rantai pendek dikelilingi oleh kapsel yang jelas terlihat.
Menurut Hardjoutomo, S dkk (2002), bahwa serangan penyakit anthrax menimbulkan bakterimia akut yang ditandai dengan demam, koagulasi ringan ringan serta warna yang gelap, limpa yang membengkak, busung dan pendarahan pada berbagai jaringan tubuh penderita.
Kuman anthrax (Bacillus anthracis) bersifat aerob dan membentuk spora yang tahan terhadap kekeringan untuk jangka waktu yang lama, bahkan dalam tanah dengan kondisi tertentu, dapat tahan sampai berpuluh-puluh tahun, karena itu penyakit anthrax ini disebut juga “penyakit tanah”, yang pada hakekatnya berarti bahwa agent penyebab penyakit anthrax ini terdapat di dalam tanah dalam bentuk spora, kemudian bersama makanan atau minuman masuk ke dalam tubuh hewan.
Umumnya, Bacillus anthracis amat patogen, namun pernah pula dilaporkan penemuan isolat Bacillus anthracis yang kurang patogen dari seekor kuda ( Djaenuddin dan Soetikno, 1960).

B.     Cara Penularan
Hampir semua hewan berdarah panas peka terhadap penyakit anthrax. Di Indonesia, penyakit ini sering terjadi pada sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, dan babi. Anjing dapat tertular apabila memakan daging hewan yang telah mati. Babi dapat tertular lewat pemberian makanan yang tercemar spora anthrax, misalnya bone meal dan sisa-sisa jaringan hasil pemotongan hewan. Burung onta ( Struthio camelus ) dapat terserang anthrax, seperti yang dilaporkan di Purwakarta, Jawa Barat. Burung pemakan kadaver tidak tertular namun bertindak sebagai penyebar penyakit ke daerah lain apabila burung tersebut membawa makanan tercemar dan terbang ke tempat lain untuk menghabiskan makanan tersebut. Beberapa jenis hewan liar dilaporkan tertular anthrax di lapangan per os.
Penularan anthrax dari hewan kepada manusia umumnya terjadi secara kontak dengan hewan atau hasil hewan. Penularan anthrax melalui kontak pada kulit yang terluka akan menimbulkan anthrax kulit dengan lesi khas. Di Australia, penularan anthrax secara per inhalation  ( terhisapnya spora anthrax ke dalam saluran pernafasan) dapat terjadi, terutama pada pekerja penyortir bulu domba, sehingga penyakitnya disebut woolsorter’s disease. Penularan per os pernah terjadi di Indonesia, karena dilakukan pemotongan darurat ternak di rumah, kemudian daging ternak tersebut dibuat sate tanpa pembakaran yang sempurna.
Penularan anthrax pada hewan umumnya terjadi per os, lewat makanan atau air minum tercemar. Di daerah dengan sistem peternakan ekstensif seperti Sumba, Timor, dan Flores, ternak dalam jumlah besar menggunakan sumber air dan sumber makan yang sama sering menimbulkan kejadian wabah. Insekta penghisap darah seperti lalat Tabanus sp. dan Stomoxys sp. dapat bertindak sebagai penular secara mekanik, namun peranan insekta tersebut tidak begitu besar dalam kejadian wabah.

C.    Dampak pada Hewan
1.  Hewan menjadi sakit dan mengalami kematian
Tingkat kesakitan (mordibitas) dan kematian (mortalitas) merupakan dampak kerugian yang langsung dirasakan oleh petani peternak atau pemilik ternak. Terhadap tingkat kesakitan, diperlukan biaya pengobatan (terapi) atau vaksinasi, tergantung dari jumlah angka kesakitan yang ditimbulkan oleh penyakit ekstik yang menyerang. Terhadap tinkat kematian, diperlukan biaya penguburan, pembakaran atau pemusnahan (stamping out). Yang pasti, kematian hewan ternak menyebabkan hilangnya nilai harga dan produksinya.

2. Zoonosis
Zoonosis adalah penyakit hewan menular yang dapat menulari manusia dan dapat menyebabkan kematian. Tingkat mordibitas dan mortalitas yang ditimbulkannya sangat ditentukan oleh sifat dan jenis penyebab penyakit.

3. Penurunan tenaga kerja ternak
Pada daerah-daerah pertanian yang masih menggunakan atau memanfaatkan hewan ternak sebagai tenaga kerja untuk membajak lahan pertaniannya (khususnya perawahan), dampak langsung yang dapat dirasakan bagi petani berupa penurunan atau bahkan hilangnya tenaga kerja ternak akibat eksotik yang menyerang atau menjangkiti hewan ternaknya.

4. Gangguan sistem produksi ternak

6 Kerugian langsung terhadap perekonmian
Bagi peternak mengakibatkan turunnya pendapatan yang diterima, sedangkan bagi pemerintah banyak mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memberantas, vaksinasi serta penggantian ternak yang mati akibat penyakit tersebut.

Gejala Klinik pada Sapi
Pada sapi umumnya anthrax bersifat akut atau perakut disertai septikemia. Oleh karena itu, kematian hewan-hewan secara mendadak, terutama jika terjadi di daerah endemik anthrax, tidak boleh langsung dilakukan autopsi, tetapi harus diyakinkan dahulu lewat pemeriksaan darah perifer (misalnya dari daun telinga) dan diberi pewarnaan cepat untuk memberikan gambaran sementara apakah anthrax atau bukan. Bila ada dugaan anthrax, bangkai harus segera dikubur cukup dalam dan ditimbun dengan kapur. Terkadang ditemukan darah berwarna hitam pekat yang sulit menggumpal keluar dari lubang kumlah (anus, hidung, telinga ) sesaat sebelum hewan mati. Bangkai ternak yang mati oleh anthrax cepat membusuk.
Apabila penularan terjadi per os, bakteri anthrax akan masuk sistem limfatik dan menimbulkan limfangitis serta lymphadenitis yang kemudian menimbulkan septikimia. Bila bakteri masuk ke saluran pencernaan bagian tengah dan bawah akan menimbulkan enteritis ulcerativa et haemorrhagica. Perkembangan bakteri anthrax dalam sistem limfatik relatif lambat, tetapi begitu masuk ke dalam aliran darah, bakteri ini berkembang dengan sangat cepat yang berlangsung terus sampai kematian. Akibatnya, produksi ternak serta hasil ternak dari sapi jauh menurun. Ternak sapi banyak yang mati, sehingga kualitas daging hasil produksi pun jauh dari kualitas yang memadai karena dampak dari endemik anthrax itu sendiri.

D. Peran Pemerintah dan Masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat diharapkan karena masyarakat pemegang peran penting dalam pengendalian penyakit eksotik dari luar negeri. Masyarakat ini dibagi menjadi lima strata, yaitu (1) masyarkat memegang kebijakan, (2) masyarakat pendidikan, (3)masyarakat sebagai media (pers), (4) masyarakat pelaku usaha/bisnis, dan (5) masyarakt umum.
Kelima kelompok masyarakat tersebut merupakan sasaran pembelajaran (empowering) dalam rangka pencapaian tujuan dalam melindungi sumberdaya alam hayati, mempertahankan status bebas penyakit, dan mengamankan wilayah indonesia dari ancaman masuk dan menyebarnya penyakit eksotik dari luar negeri. Pemberdayaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran seluruh kelompok masyarakatdalam rangka pengawasan dan pengendalian untuk melindungi kehidupan dan perekonomian bangsa.
Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan karena terkait dengan keluar masuknya komoditas hewan dan produk ternak dari luar negeri. Kelembagaan pemerintah menerbitkan kebijakan-kebijakan berupa pembatasan (restriction) dan pelarangan (prohibition) tranportasi komoditas. Hal ini dilakukan untuk mewaspadai masuknya penyakit eksotik dimaksudkan untuk mempertahankan status bebas penyakit hewan menular.

E. Kesimpulan
Penyakit anthrax di Indonesia disebut juga dengan istilah “Radang Limpa” merupakan penyakit hewan yang menular yang disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Bacillus anthracis. Penularan anthrax pada hewan umumnya terjadi per os, lewat makanan atau air minum tercemar. Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan karena terkait dengan keluar masuknya komoditas hewan dan produk ternak dari luar negeri. Kelembagaan pemerintah menerbitkan kebijakan-kebijakan berupa pembatasan (restriction) dan pelarangan (prohibition) tranportasi komoditas. Hal ini dilakukan untuk mewaspadai masuknya penyakit eksotik dimaksudkan untuk mempertahankan status bebas penyakit hewan menular.

F. Daftar Pustaka
Baraniah, Muchtar Abdullah. 2009. Mewaspadai penyakit berbahaya pada hewan dan ternak. Jakarta : Penebar Swadaya.
Djaenuddin R dan Soetikno R. 1960. “B. Anthracis yang Kurang Patogen dari Seekor Kuda”. Dalam: Hemera Zoa 67: 85- 94
Hardjoutomo, S., M. B. Purwadikarta, dan K. Barkah, “Kejadian Anthrax Pada Burung Unta di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia” Puslitbang Peternakan, vol. 12(3), p. 114-120, 2001.
Schnurrenberger, Paul R, William T. Hubbert. 1991. Ikhtisar zoonesis. Eddy Mulyono. Bandung: ITB. Terjemahan dari: An outline of the zooneses.
Soeharsono. 2002. Zoonosis Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia. Yogyakarta: KANISUS (Anggota IKAPI).
Soemanagara R.Md.T. 1985. “Ikhtisar Singkat dari Penyakit Radang Limpa, Penyakit Ngorok, dan Radang Poaha di Indonesia. “Dalam: Hemera Zoa 65: 97-109.






*) maaf bila dalam makalah ini terdapat kesalahan
*) kalau mau download makalah di atas klik ini
*) kalau mau lagi contohnya klik ini

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...