Laman

Rabu, 29 Juni 2011

Efisiensi Pakan Memakai Tempat Pakan Gantung




tip & TrikDengan catatan,  manajemen sudah baik. Mulai dari persiapan kandang (cuci kandang dan istirahat yang cukup), penanganan masa brooding yang sudah sangat baik –dari masa lepas brooding hingga masa panen, dan ditangani oleh operator kandang yang bertanggungjawab.
Penulis mencoba menambahkan atau melengkapi perlakuan pada masa brooding dengan memakai tempat pakan gantung untuk DOC. Awalnya, penulis menyampaikan ide ini sekitar 5-6 bulan lalu kepada pemilik PIE TIEK KOE Farm di Bogor (milik Bambang Ismono), yang menyambut baik ide tersebut dan mengaplikasikannya sebanyak 200 set tempat pakan ukuran 1 kg dan berhasil sukses pada periode pertama.

Selanjutnya, cara ini diaplikasikan kepada kandang-kandang lainnya. Beranjak dari keberhasilan ini, penulis pun mulai mempresentasikan ide ini kepada teman-teman TS (Technical Service) lainnya, dan terbukti beberapa farm sudah mengaplikasikan cara ini. Di lain sisi, secara tidak langsung ide ini ternyata mampu menghidupkan pengrajin pembuat tempat pakan dari seng/ limbah kaleng. Semoga ide ini dapat diterima oleh seluruh peternak di Indonesia. Karena sudah terbukti, kandang tradisional pun masih bisa melakukan efisiensi.

Pemakaian tempat pakan gantung ini memiliki beberapa nilai tambah untuk menciptakan efisiensi, antara lain :
1.       Pakan tidak diinjak-injak DOC, tidak terkena feses dan tidak terbuang-buang
2.       Feed intake akan terjamin karena pakan akan selalu ada, tanpa jeda kosong.
3.       Pakan yang diberikan tepat sasaran, sehingga DOC akan tumbuh dengan baik serta daya tahan tubuhnya lebih baik.
4.       Penghematan pengobatan
5.       Pekerjaan operator kandang menjadi lebih ringan, karena tidak harus sering-sering membersihkan tempat pakan yang terkena feses. Selain itu,  pakan akan tersedia 24 jam –bahkan saat operator kandang sedang istirahat.
6.       Mudah mengontrol kualitas pakan dan DOC.

Kekurangan cara ini adalah dibutuhkan galar-galar baru untuk tempat pakan kecil ini, karena per lingkaran membutuhkan sekitar 30-35 buah per 1000 ekor DOC. Namun dari segi efisiensi biaya, dari hasil perhitungan penulis, pakan dapat dihemat sekitar 100-150 gram per ekor –dalam waktu panen 30 hari. Kontinuitas pakan yang terjamin menyebabkan pertumbuhan ayam di 10 hari pertama lebih baik. Pencapaian bobot badan sesuai dengan standar, dengan konsumsi pakan lebih hemat.

Sebagai gambaran pengeluaran dana, dalam waktu 1 bulan  dapat dihemat sekitar Rp. 450,-  hingga Rp. 675,- per ekor. Dengan harga tempat pakan Rp. 5.000,- per buah, maka biaya yang dibebankan untuk setiap ekor ayam adalah Rp. 170,-. Dari perhitungan akhir, ada selisih Rp. 280,-  hingga  Rp. 465,- untuk setiap ekor dalam 1 siklus pemeliharaan. Apabila perawatannya baik, tempat pakan ini masih dapat dipakai hingga 1 tahun. Oleh sebab itu, dalam periode selanjutnya, biaya produksi yang dihemat jadi sebesar Rp. 450,- hingga Rp. 675,- per ekornya.

Ditulis oleh : Drh. Mahfud Effendi, praktisi perunggasan tinggal di Bogor – Jawa Barat




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...